Senin, 19 Januari 2009

USAHA PENGENTASAN KEMISKINAN LEWAT BIDANG PETERNAKAN

By Bimo S

Silakan Memakai Semua Wacana di jatiningjati.blogspot.com untuk kemaslahatan umat

1. Pendahuluan

Dalam setiap tujuan pembangunan selalu yang menjadi tujuan pokok adalah meningkatnya kesejahteraan rakyat atau pengentasan kemiskinan. Berbagai jalan untuk mencapai target tersebut salah satunya adalah pencanangan program-program pemerintah yang benar-benar menyentuh sasaran. Usaha pengentasan kemiskinan lewat bidang peternakan perikanan sudah lama dirintis namun seiring dengan pergantian iklim politik di Indonesia mengakibatkan seringnya pergantian kebijakan yang sedikit banyak menghambat kontinyuitas program.

Selain itu faktor pendanaan dalam pelaksanaan di program produktif ini sering kali dikalahkan oleh program-program instan seperti bantuan langsung sehingga dari masyarakat sasaran menjadi terpola untuk enggan melaksanakan program-program pemerintah ke arah kemandirian. Hal ini bisa berdampak bola salju kegagalan atau ketidak-maksimalan program-progran kemandirian yang akan atau telah dilaksanakan. Bisa kita logika apabila dengan duduk diam bisa mendapatkan Dana Bantuan Langsung kemudian bantuan RASKIN, tentunya tidak perlu lagi warga bersusah-susah untuk melaksanakan program pengentasan kemiskinan baik di bidang Peternakan Perikanan maupun di bidang yang lain.

Pesimisme ini walaupun beralasan namun tidak bisa dijadikan dasar untuk menghentikan program-program kemandirian. Justru kondisi ini menjadi pemacu untuk terus mengajak warga masyarakat tergerak untuk mandiri dan bekerja untuk mengangkat dari jurang kemiskinan. Dalam era-era yang lalu program pengentasan kemiskinan di bidang peternakan perikanan telah banyak dilaksanakan dan membawa hasil yang cukup signifikan. Apabila sekarang program-program ini dijaga kelestariaannya dan di modifikasi sedemikian rupa diyakini masih bisa menghasilkan sesuatu yang signifikan.

2. Kapabilitas Aparat

Langkah dalam melaksanakan program pengentasan kemiskinan di daerah tidak akan lepas dari peran penting aparat birokrasi sebagai leading sector lewat instansi terkait sebagai kepanjangan tangan dari Kepala Daerah. Dalam setiap program pemerintah tentunya terdapat acuan program baku yang semestinya menjadi acuan kerja aparat birokrasi. Acuan ini tentunya harus dikuasai dan harus satu persepsi sehingga dilapangan tidak terdapat satu acuan kerja namun banyak versi hingga menjadi carut marut. Satu persepsi dalam melihat aturan ini menjadi sangat penting karena acuan yang ada nantinya akan dipergunakan untuk melayani masyarakat miskin yang nota benenya berpendidikan rendah, perbedaan persepsi tentang aturan akan sangat membingungkan mereka dan juga bisa menimbulkan friksi emosi yang berakibat gagalnya konsep program.

Mental aparat birokrasi dalam hal ini harus juga menjadi sentral pemikiran dimana etos kerja dan semangat untuk mengabdi sepertinya harus ditingkatkan terutama aparat birokrasi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Program pengentasan kemiskinan dimanapun akan sarat dengan sorotan minir kinerja para aparatnya baik masalah pelayanan, kinerja yang lamban, bahkan masalah moralitas. Karena program pengentasan kemiskinan di bidang peternakan dan perikanan biasanya menggunakan sistem proyek dan langsung berinteraksi dengan masyarakat tentunya kapabilitas aparat birokrasi yang terlibat di dalamnya harus benar-benar capable dan menguasai di bidangnya.

3. Tahapan Kinerja

Tahapan kinerja dalam hal ini harus tercantum dan diatur dengan jelas pada acuan kerja program yang akan dilaksanakan hingga terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan dalam setiap langkah-langkah. Tahapan itu adalah :

  1. Tahapan Perencanaan

Tahapan perencanaan merupakan tahapan awal suatu program. Proses ini seyogyanya dimulai dengan pengumpulan data valid dilapangan seperti berapa KK warga miskin yang perlu dibantu, sudah pernah mendapat bantuan sejenis atau belum, dan data awal lain yang dibutuhkan. Kemudian dalam penentuan wujud bantuan seyogyanya diberikan keleluasaan kepada warga sasaran untuk memilih opsi bantuan pengentasan kemiskinan yang mereka inginkan namun tetap harus diselaraskan dengan tujuan target awal yang akan dicapai. Unsur botom up planing tetap harus dikedepankan dengan negosiasi apabila tidak sesuai dengan opsi. Setelah proses ini selesai mulailah renstra dibuat berdasarkan perundang-undangan yang berlaku

  1. Tahapan Implementasi

Tahapan implementasi dapat dibagi beberapa langkah yaitu :

- Pre Implementasi Program

Pre implementasi program merupakan kegiatan persiapan jalannya program seperti pendataan penerima bantuan, pengisian formulir, pembentukan kelompok-kelompok, pelaksanaan koordinasi dengan instansi dan pemerintahan desa, pembelian bibit unggul ternak, dan lain sebagainya.

- Implementasi Program

Implementasi program merupakan acara inti dalam pelaksanaan sebuah program. Dalam kegiatan ini bantuan ternak mulai dibagikan, penyuluhan, pendampingan, sampai dengan pemasaran.

  1. Tahapan Evaluasi

Tahapan evaluasi merupakan tahapan dimana semua proses jalannya proyek telah selesai dilaksanakan. Dengan adanya evaluasi akan didapat beberapa hal yang mungkin harus diperbaiki dalam melaksanakan proyek selanjutnya dan juga faktor pengawasan terhadapan para resipien (penerima bantuan) untuk terus menjaga agar bantuan yang diberikan benar-benar diperlakukan dan menghasilkan sesuai dengan aturan main yang berlaku.

D. Tahapan Lanjut

Tahapan ini merupakan tahapan yang berisi semua kegiatan agar program ini terus berkelanjutan baik di daerah sasaran maupun bergerak ke daerah-daerah lain sehingga keseluruhan wilayah dapat menerima dan melaksanakan dengan baik dengan hasil yang baik pula.

4. Contoh Alternatif Bentuk Program

Program Gaduhan Ternak

Program gaduhan ternak merupakan program pengentasan kemisikinan yang dulu pernah diterapkan. Program ini secara garis besar adalah program bantuan bibit ternak; sebagai contoh ternak kambing ; dimana bantuan ini memberikan kewajiban kepada penerimanya untuk mengembalikan kambing yang diterima dalam jangka waktu tertentu dalam bentuk ternak kambing juga hasil budi dayanya. Ternak Kambing pengembalian ini kemudian dipergunakan untuk membantu masyarakat atau kelompok lain. Demikian seterusnya. Skema dasar program gaduhan ternak ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Program gaduhan ternak kambing diturunkan dalam bentuk proyek baik dengan pembiayaan APBD, APBN, Dana Alokasi Desa, Program Pengembangan Kecamatan, maupun pembiayaan lain. Dapat pula mengambil dari dana bantuan pihal lain non pemerintah. Program ini dilaksanakan dalam bentuk proyek karena apabila dimasukkan dalam bantuan murni maka bantuan ini bersifat hibah tidak bisa dituntut pertanggungjawaban peruntukannya dan apabila dimasukkan dalam klausul pinjaman belum ada perda yang mengaturnya.

Target penerima program ini adalah mereka yang secara ekonomi tergolong warga miskin dengan kriteria disesuaikan dengan acuan pengukuran tingkat kemiskinan yang valid. Lingkup wilayah sasaran adalah per dukuh dengan koordinasi monitoring dilakukan pada tingkat desa. Per dukuh diusulkan satu kelompok dengan lima anggota warga miskin . Dalam hal ini penerima bantuan harus mempunyai komitmen dan niat baik untuk menyukseskan program ini. Jika bantuan ternak kambing sudah turun maka pendistribusiannya ketua kelompok mendapatkan dua ekor kambing satu jantan dan satu betina. Anggota yang lain mendapatkan satu betina. Hal ini dimaksud agar mudah dalam pengawasan dan interaksi antar anggota kelompok. Jika sudah tiba masa kawin , kambing betina dikawinkan dengan kambing jantan yang dirawat oleh ketua kelompok. Setelah mempunyai anak dalam jangka waktu satu sampai dengan 1,5 tahun ternak dikembalikan dengan menyerahkan anakan kambing sesuai dengan bantuan yang telah diterima. Kambing-kambing yang telah dikembalikan ini nantinya akan diserahkan atau diputar kembali untuk bantuan bergulir pada warga atau kelompok lain.

Besar anggaran untuk membiayai program ini tergantung dari berapa target wilayah yang akan dituju. Perlu digaris bawahi bahwa tidak setiap daerah cocok untuk berternak kambing oleh karena itu program ini seharusnya diprioritaskan di wilayah-wilayah yang potensi untuk pengembangan ternak kambing baik. Sebagai ilustrasi umum kebutuhan dana perkelompok adalah sebagai berikut :

No.

Kebutuhan

Item

Harga Satuan

Jumlah

1.

2.

Kambing

Dana Bantuan Pembuatan kandang

- Ketua Kelompok

- Anggota

6



2

4

500000



100000

100000

3000000



200000

400000





Rp. 3.600.000

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jatiningjati : Different Taste and More Idealism © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO