Senin, 19 Januari 2009

USAHA PENGEMBANGAN BIDANG PERIKANAN

By Bimo S

Silakan Memakai Semua Wacana di jatiningjati.blogspot.com untuk kemaslahatan umat

1. Pendahuluan

Masyarakat Kabupaten Wonosobo sebenarnya sudah sangat akrab dengan kolam ikan atau sering disebut dengan blumbang. Menurut versi masyarakat , hasil dari kolam ikan belum bisa menjadi satu harapan mata pencaharian yang dapat diunggulkan. Dibeberapa wilayah yang kebanyakan mata pencaharian penduduknya nelayan darat memang hasil ikan air tawar menjadi andalan baik dari hasil kolam, karamba, atau memancing,. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa hasil yang didapat dari sektor ini belum begitu menggembirakan. Stigma yang ada di masyarakat bahwa ternak ikan hanya bisa mendapatkan hasil pada waktu hari raya saja (mbedah blumbang). Kondisi lain , pemasaran ikan air tawar kalah bersaing dengan ikan laut yang mungkin relatih murah.

Data yang ada menyebutkan bahwa pada tahun 2006 produksi perikanan Kabupaten Wonosobo mencapai 12 Milyar Rupiah yang terbagi-bagi dalam beberapa lahan seperti kolam, waduk, sungai, dan budi daya. Hal yang menarik ini adalah hampir 7 milyar rupiah dari hasil produksi perikanan di Kabupaten Wonosobo ternyata tersedot ke PT Aqua Farm. Kalau data ini benar maka hasil perikanan rakyat hanya sekitar 35% dari hasil keseluruhan, jumlah yang luar biasa kecil. Ada beberapa alternatif yang bisa ditawarkan untuk mengangkat sektor perikanan ini walupun hal itu akan banyak tergantung dengan banyak faktor seperti kondisi alam, kondisi sosial masyarakat, dan lain sebagainya.

2. Kampanye Sehat Menkonsumsi Ikan Air Tawar

Untuk mengangkat pemasaran ikan air tawar produk lokal perlu beberapa kiat agar permintaan terhadap ikan air tawar meningkat. Apabila pasar membaik tentunya gairah dari sektor perikanan ini akan muncul kembali. Beberapa waktu yang lalu sering kali didengungkan kampanye makan ikan oleh pemerintah pusat dikarena kandungan gizi dan protein pada ikan yang sedemikian baik. Namun dalam seiring waktu program ini melemah.

Pemkab dalam hal ini instansi terkait semestinya segera mengambil alih kampanye makan ikan ini untuk diterapkan secara lokal. Selain bisa menambah demand terhadap produk perikanan juga sekaligus menyehatkan masyarakat dan memberikan asupan nutrisi yang baik bagi kecerdasan anak.

Kampanye ini dapat dilakukan dengan berbagai cara atau metode. Tetapi yang penting dari sebuah kampanye sosialisasi adalah kontinyuitas tidak hanya sesaat saja. Untuk merubah kebiasaan masyarakat yang sudah bertahun-tahun diperlukan waktu yang cukup panjang pula untuk merubahnya.

Untuk menyukseskan kampanye ini diperlukan koordinasi yang baik antar instansi yang terlibat. Untuk mensosialisasikan kepada anak usia sekolah tentunya peran sekolah menjadi dominan. Demikian juga terhadap masyarakat pedesaan, peran aparat desa, penyuluh, dan lembaga atau instansi seperti kesehatan lain sangat diperlukan.

Media untuk kampanye yang mungkin adalah :

Ø sosialiasi penyuluhan langsung atau lewat agen-agen sosialisasi,

Ø pembuatan liflet dan literatur pendukung,

Ø menggunakan media radio

Ø bekerja sama erat dengan peternak ikan untuk membantu sosialisasi

Ø menampilkan menu ikan dalam beberapa acara pemkab

Ø pembuatan baliho ditempat strategis, dll

Jika kampanye ini berhasil maka usaha perikanan darat akan mengalami kemajuan yang signifikan dikarenakan usaha perikanan yang saat ini hanya sebagai sambilan bisa cepat berkembang bahkan bisa kehabisan stok karena lahan perikanan darat pun sebenarnya masih sedikit. Jika permintaan pasar meningkat pesat maka dimungkinkan banyak lahan yang tidak produktif didaerah air yang dapat dimanfaatkan. Kalau ikan darat sudah banyak masuk menjadi menu harian maka perputaran produksi perikanan akan semakin terjaga bahkan tidak mungkin bisa menjadi andalan Kabupaten Wonosobo

3. Menarik Investor

Dari data tahun 2006 didapat suatu kondisi yang cukup mengejutkan dimana satu-satunya investor besar bidang perikanan yaitu PT Aqua Farm mampu memproduksi dan menghasilkan 65% dari hasil perikanan keseluruhan di Kabupaten Wonosobo. Kondisi ini sebenarnya dapat memacu investor lain untuk datang dan menanam modallnya. Namun penarikan investor ini tidak secara serta merta, perlu pendekatan dan sharing yang jelas dengan masyarakat sekitar sehingga tidak terkesan Pemkab mendatangkan investor tetapi mengorbankan kepentingan rakyat lokal. Perlu adanya nota kesefahaman atau hal sejenis dengan masyarakat sekitar sehingga jelas sharing profit maupun sharing programs.

Sebelum Pemkab berusaha secara intensif untuk mencari atau mengenalkan potensi perikanan kita kepada para investor, perlu diadakan study evaluasi tentang keberadaan PT Aqua Farm apakah benar-benar menguntungkan atau tidak bagi Pemkab dan masyarakat sekitar. Selain itu juga perlu masukan dari pihak Investor sendiri tentang kesulitan maupun kemudahan apa yang di dapat di Kabupaten Wonosobo. Setelah itu baru dibuat formula yang tepat untuk dipergunakan mencari investor yang sehat dan menguntungkan pada semua pihak.

Hal di atas ini menjadi penting karena investor yang masuk ke Wonosobo setidaknya jangan sampai terjadi friksi dengan pengusaha lokal dan semestinya benar-benar dapat menguntungkan baik secara profit, terserapnya tenaga kerja, maupun transfer of knowledge .

Dengan dasar perhitungan hasil PT Aqua Farm yang mencapai 8 milyar pada tahun 2006, jika tidak ada kasus yang menonjol, tentunya bisa menjadi dasar promosi yang kuat bagi Kabupaten Wonosobo bahwa potensi perikanan darat menyimpan kekuatan perekonomian yang besar.

4. Pendirian Tempat Pelelangan / Pasar Ikan Air Tawar Yang Representatif

Kabupaten Wonosobo saat ini memang sudah mempunyai pasar ikan yang terletak ditengah kota. Akan tetapi dirasa kurang representatif dan kurang dalam menyerap hasil perikanan darat di Kabupaten Wonosobo. Memang pada hari raya Idul Fitri terlihat ramai pengunjung berjubel. Setelah hari biasa terlihat relatif sepi.

Apabila dipelajari di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) daerah pantai, terlihat bahwa hasil tangkapan nelayan langsung dibawa kesana dan dilelang sehingga hasilnya langsung diserahkan nelayan tanpa perantara sehingga secara teori keuntungan nelayan jauh lebih besar. Apabila nelayan tidak lewat pelelangan tetapi lewat tengkulak tentunya harga akan terbebani beberapa cost baru karena jalur melewati banyak orang. Dilihat dari kebiasaan panen ikan darat di Wonosobo, kebanyakan memakai sistem tebas atau borongan satu kolam dihargai dengan harga tertentu baik ikan kecil maupun besar. Dalam hal ini tentunya ada kelebihan dan kekurangan namun yang pasti harga tebas seperti ini biasanya jauh dari harga jual sebenarnya. Mengapa para peternak ikan lebih memilih cara ini? Salah satunya dikarenakan belum ada wahana termudah untuk menjual hasil ikannya. Peternak ikan tidak mau repot-repot ke pasar untuk menjual hasil usahanya. Jika sudah ada tempat pelelangan ikan darat maka diharapkan peternak ikan termotivasi untuk menjual hasil usahanya secara lebih serius dan apabila kampanye makan ikan berhasil wahana pasar ikan dan pelelangan ini akan menjadi tempat yang ramai dan mempunyai nilai ekonomis tinggi.

5. Budi Daya Ikan Menyelaraskan Pasar

Dalam melakukan budi daya tertentu semestinya mengacu pada pasar, jangan sampai produk yang dibudidayakan ternyata tidak diminati pasar. Jadi dapat disimpulkan faktor pemasaran dapat ditentukan terlebih dahulu sebelum menentukan budi daya.

Kecepatan dalam merespon tren seperti yang telah dibahas pada Bab I menjadi faktor yang cukup menentukan agar dapat mencapai hasil maksimal secara ekonomi. Sebagai salah contoh Budi daya Lobster Air Tawar yang beberapa waktu yang lalu baru naik daun. Apabila dalam respon trend terlambat maka akan masuk pada era kejenuhan pasar, namun apabila cepat dalam merespon trend maka akan cepat pula dalam merebut pasar dan dapat segera memperoleh kontak dengan perusahaan-perusahaan yang mebutuhkan dimana pada awal booming kuota masih kurang.

Selain cepat dalam merespon trend perlu juga untuk menganalisa dan memprediksi trend ke depan. Dengan prediksi ini dapat memperkirakan produk perikanan apa yang digemari oleh pasar di masa yang akan datang atau bahkan bisa menciptakan booming baru yang dimulai dari sebuah prediksi yang tepat. Walaupun unsur spekulasi ada namun jika didasari dengan prediksi yang matang tentunya akan didapat hasil yang maksimal.

6. Pembukaan Lahan Baru

Masalah budi daya perikanan lokal mempunyai salah satu kendala yaitu kurangnya lahan dan media air yang cocok untuk budi daya. Lahan yang dimiliki masyarakat tidak semua mempunyai akses ke air demikian juga wilayah yang banyak air kurang cocok dijadikan sentra perikanan. Sebagai contoh Sungai Serayu yang mempunyai debet besar saat ini kondisi air kurang memungkinkan untuk model perikanan karamba atau dipergunakan untuk mengaliri lahan perikanan dikarenakan air terlalu banyak mengandung lumpur akibat erosi. Sedangkan Waduk Wadaslintang debet airnya tidak stabil ,pada waktu kemarau air susut dengan cukup signifikan.

Kondisi alam yang seperti ini tidak memungkinkan seluruh wilayah Wonosobo untuk dipergunakan budi daya perikanan. Salah satu solusinya adalah memaksimalkan wilayah-wilayah yang bisa menjadi sentra perikanan dengan memperluas lahan yang mungkin untuk pengembangan perikanan darat. Selain itu peternak ikan yang hanya dijadikan sambilan tetap diberi perhatian untuk bisa berproduksi dengan baik agar dapat menghasilkan dan memperoleh nilai ekonomis yang baik.Di daerah dengan kondisi perairan yang kurang bisa diberi alternatif untuk membudidayakan perikanan lain seperti lele dan belut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jatiningjati : Different Taste and More Idealism © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO