Kamis, 15 Januari 2009

PENATAAN TIGA TITIK EMAS OBYEK PARIWISATA

BY BIMO.S

Diperkenankan memakai wacana ini untuk kemajuan dan kemaslahatan masyarakat. Wacana ini dapat dipakai di semua wilayah tidak hanya di Wonosobo dengan disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing

1. Pendahuluan

Dataran Tinggi Dieng sebenarnya merupakan tempat wisata yang tidak akan puas jika hanya dinikmati dalam waktu beberapa jam saja. Luasnya wilayah dan banyaknya obyek baik yang masuk wilayah Kabupaten Wonosobo maupun Kabupaten Banjarnegara serta kondisi situasi alam yang tepat sebagai pencerahan pikiran tentunya tidak bisa dinikmati dengan tergesa-gesa. Kondisi cuaca yang cepat berubah dari cerah, berkabut,hingga hujan dimana masing-masing mempunyai fenomena alam yang fantastik sangatlah sayang untuk dilewatkan. Dengan kenyataan tersebut perlu difikirkan bersama agar tempat Sang Hyang Jagad Nata ini bisa benar-benar menjadi tempat surga bagi para wisatawan.

Penataan kembali lanscape Dieng sudah menjadi keharusan dengan membuat sebuah blue print yang terintregasi dari pintu gerbang sampai dengan obyek wisata andalan.Pembuatan grand planing tentunya kurang tepat jika dipecah-pecah dalam tiap zona karena bisa jadi apabila sudah selesai dalam penataan menjadi tidak sinkron antara zona satu dengan zona lain yang mengurangi harmonisasi penataan Dieng secara keseluruhan. Penentuan tema dalam penataan Dieng perlu dilakukan sehingga dalam setiap gerak bisa terstruktur dan dalam kesatuan tema.

2. Gerbang Baru

Gerbang menuju Dieng selama ini melewati beberapa jalur.Namun yang paling mudah adalah jalur yang melewati Kabupaten Wonosobo dengan jalur melewati Kecamatan Garung. Sebenarnya ada jalur yang lebih dekat dan menarik yaitu melewati jalan tembus melewati Danau Menjer yang tembus di Wilayah Kecamatan Kejajar (Dieng sebagian wilayahnya terletak di Kecamatan Kejajar). Jalur alternatif ini sebenarnya dapat dikembangkan sedemikian rupa untuk memperkuat poros jalur pariwisata Wonosobo yaitu Taman Wisata Kalianget, Danau Menjer, dan Dataran Tinggi Dieng. Ketiga titik obyek wisata ini terletak dalam satu jalur yang saat ini masih belum terlalu dikemukakan di kalangan luas. Apabila pembangunan kepariwisataan Kabupaten Wonosobo untuk jalur wisata ini benar menjadi salah satu fokus maka keniscayaan Kabupaten Wonosobo bisa menjadi “Bali Kecil” bukan hanya sekedar mimpi.

Perubahan jalur masuk Dieng ini akan menambah penghasilan Kabupaten Wonosobo dari Bidang Pariwisata karena dengan jalur ke dieng diarahkan ke Danau Menjer terlebih dahulu maka Obyek Wisata Danau Menjer akan hidup dan dapat efektif dan maksimal dalam menarik wisatawan untuk singgah. Dengan singgahnya wisatawan di Danau Menjer maka Pemkab mendapat pemasukan tiga titik yaitu tol, Danau Menjer, dan Dieng. Selain itu paket ini akan lebih menarik bagi wisatawan yang datang ke Kabupaten Wonosobo mengingat kepemilikan Pemkab terhadap obyek wisata Dieng lebih sedikit di banding Pemkab Banjarnegara.

3. Pembangunan Periwisata Solusi Yang Memakmurkan

Memang dalam proses pembangunan di bidang kepariwisataan tidaklah semudah bahasan-bahasan yang tertuang dalam konsep. Faktor lapangan dan pendanaan menjadi hal yang klasik tersendiri yang selalu dianggap menjadi salah satu momok yang menakutkan. Namun untuk saat ini perlu optimisme agar sebuah mimpi yang dapat memakmurkan masyarakat banyak benar-benar bisa tercapai.

Menyinggung masalah kemakmuran, pembangunan pariwisata sebenarnya merupakan pilihan yang tinggi value-nya dalam ikut mensejahterakan rakyat. Pembangunan pariwisata di jalur tiga titik emas (Kalianget,Danau Menjer,Dieng) jika berhasil tentunya akan membawa perubahan perekonomian yang signifikan kepada masyarakat Wonosobo. Selain dari retribusi juga hasil bumi dan kerajinan akan memperoleh pasar yang cukup menjanjikan. Jika Kabupaten Wonosobo bisa merebut pasar wisata baik lokal, domestik, dan luar negeri dengan penataan jalur Gerbang Dieng ini bisa diasumsikan kemakmuran berjalan mendekat.

4. Konsep Umum

Secara tehnis pengembangan Gerbang Dieng ini dimulai dari penataan wilayah Taman Wisata Kalianget untuk menjadi tempat wisata yang nyaman dengan perbaikan sarana prasarana serta penataan keprofesionalan pengelolaan sehingga benar bisa menjadi lentera kemakmuran bagi masyarakat di sekitar maupun masyarakat Wonosobo secara keseluruhan. Hal ini dilakukan pula di obyek wisata Danau Menjer dengan membuat planing yang baik salah satunya dengan mengoptimalisasi wilayah Danau Menjer sebagai bumi perkemahan maupun lokasi out bound. Selain itu dapat pula dibangun Wisma tamu maupun gedung diklat dimana keberadaannya bisa memberikan image baru di obyek Danau Menjer.

Dieng sebagai persinggahan berikutnya tentunya harus mampu memberikan kondisi surga para dewa yang sebenarnya. Keindahan Dieng tidak hanya ditentukan dengan panorama alam saja seperti aroma pegunungan, gua, maupun telaga. Keindahan dapat diciptakan untuk menambah kemolekan Dieng dengan penataan-penataan yang baik seperti penataan taman bunga,fasilitas pendukung, sampai dengan pembangunan tempat inap seperti hotel yang melibatkan pihak ke tiga maupun pihak-pihak lain yang peduli.Sinkronisasi antara obyek wisata Dieng Plateu Theater dengan komplek obyek wisata alam Telaga Warna dibawahnya perlu ditingkatkan lagi sehingga kedua obyek ini terlihat sebagai kesatuan yang terintegrasi tidak terlihat sendiri-sendiri.

Dalam hal penataan Dieng besarnya dana yang diberikan sebenarnya bukan merupakan pokok. Yang penting adalah menerapkan dana yang ada untuk membangun sesuatu yang tepat dan maksimal. Dana seadanya jika diterapkan dengan tepat maka akan menambah cantik namun dana banyak namun penerapannya tidak tepat dan cenderung ke pemborosan akan menambah masalah

Selain penataan pada obyek wisata,khusus Dataran Tinggi Dieng perlu adanya penanganan khusus terutama dalam hal penghijauan dan membangun kesadaran semua pihak untuk menjaga kelestarian alam di wilayah Dieng. Menjaga kahyangan para dewa ini tidak hanya berbicara untuk sebuah keindahan tempat wisata saja namun justru berbicara tentang kelangsungan hidup manusia terutama di pegunungan Dieng dan daerah di sekitarnya pada umumnya. Hutan yang gundul terbukti telah menimbulkan banyak bencana seperti banjir dan tanah longsor.Belum lagi erosi yang luar biasa mengakibatkan sungai-sungai keruh dan mengakibatkan pendangkalan baik di telaga-telaga maupun di Waduk Mrican Banjarnegara yang mengancam turbin pembangkit listrik disana.

5. Penutup

Gerbang Dieng dengan jalur tiga titik emasnya merupakan sebuah wacana besar yang tidak akan bisa tercapai tanpa kesadaran dan usaha keras untuk mewujudkannya baik dari eksekutif,legislatif maupun dari masyarakat itu sendiri yang nantinya menjadi focus interest dari semua program peningkatan perekonomian dan kesejahteraan. Yang dibutuhkan pada awal adalah niat baik untuk bersama-sama membangun Kabupaten Wonosobo ini untuk mencapai suatu kondisi yang indah dan ideal dimana setiap orang yang berada di wilayahnya merasa tercukupi dan terayomi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jatiningjati : Different Taste and More Idealism © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO