Kamis, 15 Januari 2009

KONSEP WISATA RITUAL

BY BIMO.S

Diperkenankan memakai wacana ini untuk kemajuan dan kemaslahatan masyarakat. Wacana ini dapat dipakai di semua wilayah tidak hanya di Wonosobo dengan disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing

Konsep Wisata Ritual sebenarnya include dengan konsep penataan Pariwisata Wonosobo secara keseluruhan. Obyek wisata ritual yang biasanya berupa peninggalan bersejarah masa lalu yang berhubungan dengan nilai keagamaan dan istiadat setempat berupa petilasan, bangunan, maupun makam, merupakan aset wisata yang jika digarap dengan tepat akan menambah dan menyebarkan aura pariwisata ke seluruh pelosok wilayah Kabupaten Wonosobo.

1. Sosialisasi intensif Maksud dan Tujuan

Dalam beberapa waktu ini Pemkab Wonosobo sudah banyak melakukan pembangunan dan pemugaran obyek-obyek wisata ritual di beberapa wilayah. Banyak diantaranya adalah pemugaran makam. Dalam hal ini banyak yang belum begitu paham tentang tujuan dari pembangunan wisata ritual ini sehingga ada yang berpendapat bahwa hal ini merupakan pemborosan bahkan ada yang berasumsi negatif dikaitkan dengan kaidah agama yang diyakininya. Oleh karena itu perlu adanya sosialisasi intensif bahwa maksud tujuan pembangunan tempat wisata ritual ini selain bertujuan untuk menghormati para leluhur juga mensejahterakan masyarakat disekitar obyek dengan mengambil manfaat ekonomi dari peziarah yang datang. Sebagai contoh ,apabila ada banyak pesiarah yang datang maka akan ada pemasukan dari parkir yang bisa digunakan sebagai kas desa, juga pengelolaan kamar kecil dan lain sebagainya. Secara lebih personal maka keuntungan ekonomi dapat diambil oleh warga sekitar dengan membuat warung kecil makanan minuman, menjual bunga tabur, sampai cinderamata. Konsep ini memang tidak dapat serta merta akan memajukan perekonomian dengan mendadak namun dengan proses yang diikuti dengan langkah-langkah yang terpadu antara Pemkab dengan masyarakat sekitar. Bisa dicontohkan keberhasilan wisata ritual di wilayah Demak dan Pantai Utara.

2. Strategi Promosi

Dalam setiap pengembangan pariwisata promosi menjadi salah satu penentu. Untuk memperkenalkan tempat wisata ritual memang memerlukan kiat khusus yang sedikit berbeda dengan obyek wisata biasa dimana wisatawan atau peziarah yang datang tidak menfokuskan kepada keindahan alam atau keunggulan sarana wisata tertentu namun fokus kepada obyek wisata ritual itu sendiri.

Ada beberapa faktor yang menarik orang untuk datang ketempat obyek wisata ritual antara lain :

1. Ziarah dan mendoakan yang dimakamkan karena dianggap yang dimakamkan disana adalah orang suci (niat tersembunyi dari peziarah tidak termaktub dalam konteks masalah sudut pandang kepariwisataan)

2. Tertarik akan mitos dan legenda obyek wisata ritual tersebut

3. Tertarik akan keunikan tertentu yang ada di obyek wisata ritual tersebut

4. Tertarik untuk mendapatkan berkah yang konon ada ditempat itu,dll

Dalam melakukan promosi obyek wisata ritual ini jangan sampai terjebak oleh masalah-masalah yang sekiranya memasuki area keyakinan asasi dari para wisatawan dan juga masyarakat setempat. Konteks kepariwisataan adalah bagaimana menarik sebanyak mungkin wisatawan dengan model promosi yang beragam namun tidak menimbulkan masalah dengan warga sekitar khususnya atau warga masyarakat pada umumnya.

Adapun wacana langkah promosi obyek wisata ritual adalah :

- Pemetaan obyek wisata ritual di Kabupaten Wonosobo lengkap dengan foto,data lengkap, dan legenda / mitosnya

- Mempromosikan seluruh obyek wisata ritual yang ada dengan membuat brosur dan membuat baliho besar yang diletakkan di pintu-pintu masuk yang strategis. Baliho ini dibuat sejelas mungkin sehingga setiap orang yang melewati wilayah Wonosobo dapat mengetahuinya.Peta Wisata ini dapat langsung dikaitkan dengan tempat wisata lain di Wilayah Wonosobo termasuk tiga titik emas pariwisata Wonosobo yang akan dikembangkan maksimal

- Menjual mitos obyek wisata ritual setempat dengan menyebarluaskan mitos dengan sistem getok tular (dari orang ke orang) dengan melibatkan masyarakat setempat maupun instansi terkait

- Promosi dalam segala bentuk tidak hanya fokus di lokal saja namun terus melakukan penetrasi ke daerah lain

- Penetrasi promosi ke daerah lain dapat dilakukan dengan bantuan biro pariwisata yang ada maupun bantuan dari pihak-pihak lain seperti ikatan keluarga Wonosobo,ikatan mahasiswa Wonosobo, dan lain sebagainya.

- Penggunaan teknologi informasi juga sudah seharusnya dimaksimalkan dengan up date http//www.wonosobo.go.id sebagai web site promosi Kepariwisataan Kabupaten Wonosobo. Tampilan web site terutama di bidang kepariwisataan ditampilkan dalam bilangual (dua bahasa yaitu Inggris dan Indonesia) dengan tingkat informatif yang tinggi.

3. Melihat Adat

Masyarakat Kabupaten Wonosobo masih sangat kental dalam adat istiadat dan penghormatan terhadap para leluhur.Dengan kondisi ini perlu kehati-hatian dalam menyebut makam para leluhur sebagai obyek. Budaya menghormati para pendahulu merupakan suatu karakteristik masyarakat Wonosobo.Para Kyai maupun pengageng dimasa lalu yang dianggap berjasa terhadap agama dan bangsa dan dianggap bisa membawa berkah sangat dipundi sehingga ketidakhormatan terhadap makam leluhur bisa membawa masalah yang besar.

Penghormatan terhadap adat budaya setempat harus dilakukan dengan maksimal dengan memberikan statemen yang sekiranya dapat memberikan kejelasan, kebanggaan, dan ketenangan sehingga aspek pembangunan wisata ritual bisa dilakukan.Dalam hal ini wacana profit yaitu akan meningkatnya perekonomian masyarakat sekitar dengan pembangunan wisata ritual dilakukan step by step (langkah demi langkah) dengan memetakan perkiraan warga yang pro dan kontra terlebih dahulu terhadap pembangunan obyek wisata ritual. Setelah itu dilakukan pendekatan personal sehingga meminimalisir friksi. Namun hal-hal diatas dilakukan jika masyarakat setempat masih bersikap tradisional, tertutup. atau bahkan cenderung kolot.Apabila masyarakat sekitar sudah modern dan bersikap terbuka maka biasanya tidak akan ada masalah.

Pendekatan secara kultural sebenarnya tidak terlalu sulit karena masyarakat Wonosobo basic-nya adalah masyarakat yang ramah.Jika dalam pendekatan dengan dasar saling menghormati maka masyarakat akan welcome terhadap hal-hal yang baru.

4. Fokus Program

Untuk membentuk Kabupaten Wonosobo sebagai salah satu tempat wisata ziarah sangat diperlukan keseriusan dengan menempatkan Pariwisata sebagai fokus interest selain sektor Pendidikan dan Kesehatan. Memilih bidang kepariwisataan ini tentunya tidak berdasarkan kemegahan belaka namun lebih pada usaha peningkatan kesejahteraan rakyat terutama warga miskin di wilayah-wilayah dengan mengusahakan keberhasilan promosi wisata ritual di daerah masing-masing. Semakin banyak peziarah yang datang maka peluang membuka usaha semakin besar baik boga maupun kerajinan.Konsep pemberdayaan masyarakat di wilayah yang terdapat tempat wisata ritual merupakan alternatif yang baik. Dengan adanya tempat wisata yang ramai tentunya semua barang produksi masyarakat dari pertanian sampai dengan industri akan menemui pasar sehingga dalam pelatihan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk apapun akan berhasil maksimal karena adanya pasar.

Tujuan utama dari pembangunan wisata ritual adalah mensejahterakan rakyat. Dengan tujuan ini maka dalam setiap langkah gerak Pemkab harus mengacu kepada tujuan tersebut. Tidak fokus pada bidang ini maka hanya akan terjadi pemborosan dan usaha mensejahterakan masyarakat akan hanya menjadi euphoria belaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jatiningjati : Different Taste and More Idealism © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO